Fasilitas Sudah Dinikmati, Tapi Belum Diserahkan Pengembang di Kota Tangerang Masih Abai Serahkan PSU

- Pewarta

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten – Warga sudah menikmati jalan, taman, dan saluran air di kompleks perumahan mereka. Namun sayangnya, tak semua fasilitas itu resmi menjadi aset pemerintah. Di balik kenyamanan itu, masih ada pengembang yang belum menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) kepada Pemerintah Kota Tangerang.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Tangerang, Decky Priyambodo, menegaskan bahwa PSU bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga kewajiban pengembang sebagai penyedia perumahan bagi masyarakat.

“Ada beberapa alasan mengapa PSU belum diserahkan. Pertama, karena pembangunan dilakukan bertahap dan ada perluasan pemanfaatan lahan, sehingga penyerahan belum bisa dilakukan. Kedua, ini terjadi pada pengembang lama. Kadang barangnya sudah tidak jelas lagi keberadaannya, sehingga butuh usaha besar untuk menelusurinya,” ujar Decky usai penandatanganan dan serah terima PSU di Balaikota, Selasa (20/5).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan ada tiga pengembang yang menyerahkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) kepada masyarakat. “Jika diperlukan, kami akan melakukan pengukuran ulang bersama Kejaksaan Negeri Tangerang untuk memastikan keabsahannya,” tambahnya.

Menurutnya, masih banyak pengembang yang belum menyerahkan fasos dan fasum karena alasan klasik: kehabisan modal. Padahal, Peraturan Daerah Nomor 4 tentang PSU dengan tegas menyebutkan bahwa serah terima hanya bisa dilakukan jika aset dalam kondisi baik.

“Ketentuan serah terima aset memang mengharuskan semuanya dalam kondisi baik,” tutup Decky.

 

Berita Terkait

Pria Berjaket Ojol Begal Payudara Wanita di Pondok Aren
Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pria Berjaket Ojol Begal Payudara Wanita di Pondok Aren

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Berita Terbaru

Info Banten

Pria Berjaket Ojol Begal Payudara Wanita di Pondok Aren

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:36 WIB