Hanya Tegur Murid, Bu Budi Guru SDK Mater Dei Pamulang Diseret ke Polisi

- Pewarta

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hanya Tegur Murid, Bu Budi Guru SDK Mater Dei Pamulang Diseret ke Polisi

Hanya Tegur Murid, Bu Budi Guru SDK Mater Dei Pamulang Diseret ke Polisi

HARIANBANTEN – Christiana Budiyati alias Bu Budi, guru senior di SDK Mater Dei Pamulang, kini menghadapi laporan polisi atas dugaan kekerasan verbal terhadap muridnya. Kasus ini memicu gelombang dukungan daring lewat petisi “Keadilan untuk Bu Budi”, yang telah ditandatangani ribuan orang.

Peristiwa bermula Agustus 2025 saat lomba sekolah. Seorang murid terjatuh saat mencoba menggendong rekannya, tapi teman-temannya justru memilih diam. Nurani Bu Budi tergugah. Ia lantas memberi teguran edukatif kepada seluruh kelas tentang tanggung jawab, empati, dan nilai Pancasila. Teguran itu kolektif, tanpa makian atau serangan personal.

Namun, persepsi berbeda muncul dari salah satu murid yang merasa terpojok. Mediasi keluarga sempat ditempuh, tapi murid itu akhirnya pindah sekolah dan laporan resmi dikirim ke Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak serta Polres Tangerang Selatan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang petugas keamanan yang lama mengenal Bu Budi menegaskan:
“Bu Budi adalah guru matang dan berpengalaman. Semua sudah dicek rekaman CCTV, bersih. Tidak ada makian seperti yang dituduhkan. Bahkan orang tua murid lain menyaksikan sendiri.”

Petisi daring menyoroti risiko kriminalisasi guru:
“Jika tindakan edukatif seperti ini dipidanakan, guru akan bekerja dalam ketakutan. Ruang pendidikan akan kehilangan keberanian untuk mendidik secara utuh,” tulis penggagas petisi.

Meski kegiatan belajar tetap berjalan, bayang-bayang kasus ini meninggalkan luka bagi alumni, orang tua, dan rekan guru. Nasib Bu Budi kini berada di tangan aparat hukum, sementara dunia pendidikan Tangerang Selatan menahan napas menanti keadilan bagi guru yang hanya ingin menanamkan empati dan tanggung jawab pada muridnya

Berita Terkait

LBH GP Ansor Bela Warga Legoso, Minta Pemkot Tangsel Buka Kajian Sebelum Pembongkaran
Bangunan Diminta Kosong Sebelum September, Warga Legoso: Kami Tidak Terima!
DLHK Banten Segel Tiga Industri Ilegal Diduga Jadi Penyebab Sungai Cisadane Menghitam
Korsleting Listrik Jadi Pemicu Kebakaran Ruko Pasar Ciputat, Kerugian Capai Puluhan Juta
Ruko Pasar Ciputat Kebakaran, Kobaran Api Terlihat Dari Kejauhan
Anggota DPRD Tutup Pabrik Es Kristal di Serpong, Diduga Jadi Penyebab Sumur Warga Kering
Damkar Tangsel: Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Puspemkot dan DPRD Belum Maksimal
DPRD Tangsel Minta Pejabat yang Baru Dirotasi Cepat Adaptasi, Singgung APBD 2027 

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:50 WIB

LBH GP Ansor Bela Warga Legoso, Minta Pemkot Tangsel Buka Kajian Sebelum Pembongkaran

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:49 WIB

Bangunan Diminta Kosong Sebelum September, Warga Legoso: Kami Tidak Terima!

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:54 WIB

DLHK Banten Segel Tiga Industri Ilegal Diduga Jadi Penyebab Sungai Cisadane Menghitam

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:55 WIB

Korsleting Listrik Jadi Pemicu Kebakaran Ruko Pasar Ciputat, Kerugian Capai Puluhan Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:22 WIB

Ruko Pasar Ciputat Kebakaran, Kobaran Api Terlihat Dari Kejauhan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Shanxi Gelar Dialog Global tentang Pelestarian Warisan Budaya

Kamis, 23 Jul 2026 - 23:34 WIB

Pers Rilis

Qualcomm dan Samsung Perluas Kolaborasi Snapdragon

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:07 WIB