Harian Banten– Di tengah kemegahan pembangunan kawasan elit Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), warga Kabupaten Tangerang mendapat kesempatan—bukan sebagai pengelola, bukan pula sebagai manajer, tapi sebagai satuan pengamanan. Pemerintah Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan PT PIK 2 Tbk. menyelenggarakan pelatihan Satpam Gada Pratama bagi 52 peserta lokal melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kosambi.
Pelatihan yang digelar sejak 23 hingga 27 Juni 2025 ini disebut sebagai langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang siap kerja. Namun, jenis pekerjaan yang disiapkan justru menyisakan catatan tersendiri—karena warga setempat hanya disiapkan untuk menjaga keamanan kawasan, bukan mengelola potensi kawasan itu sendiri.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan pentingnya keberpihakan pelatihan terhadap masyarakat lokal. “Boleh saja masyarakat luar dilatih di sini, tetapi masyarakat kita harus diutamakan,” ujarnya saat membuka pelatihan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, ia mendorong agar pelatihan tidak terbatas hanya pada satuan pengamanan. Ia mengusulkan pelatihan lain seperti teknisi dan layanan umum, agar masyarakat memiliki pilihan pekerjaan lebih luas di kawasan industri seperti PIK 2.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, menyebut pelatihan ini merupakan bentuk link and match antara pelatihan dan lapangan kerja. Peserta pelatihan juga akan difasilitasi penerbitan KTA Satpam oleh Ditbinmas Polda Banten.
Pihak PT PIK 2 melalui Head of CSR, Rio, menyampaikan komitmen perusahaan untuk membuka peluang kerja bagi warga lokal. Meskipun tetap ada seleksi, peserta pelatihan dinilai memiliki keunggulan karena telah difasilitasi oleh lembaga resmi.
“Kami optimalkan agar adik-adik ini bisa kami serap di PIK 2. Yang belum lulus seleksi pun tetap memiliki bekal dan kesempatan di luar sana,” ujarnya.
Namun demikian, bagi sebagian pihak, muncul pertanyaan: dalam megaproyek sebesar PIK 2, apakah peran warga lokal memang hanya sebatas penjaga gerbang?
Program ini disebut sebagai angkatan pertama dan akan berlanjut di masa depan. Harapannya, bukan hanya bidang pengamanan yang dibuka, tetapi juga peluang yang lebih luas dan strategis bagi masyarakat Kabupaten Tangerang






