HARIANBANTEN.COM – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga meminta donasi kepada wali murid dengan nominal yang sudah ditentukan yaitu sebesar Rp2.950.000.
Adanya permintaan donasi itu diketahui setelah salah seorang wali murid menyampaikan keluhan dan diunggah oleh akun instagram @moodpendidikan.co.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan itu tertera permintaan donasi melalui selembar surat dengan kop Komite Madrasah MTs Negeri 1 Kota Tangsel.
Dalam surat disebutkan bahwa donasi itu ditujukan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap MTsN serta membantu biaya pelaksanaan program peningkatan mutu madrasah kelas 7 tahun 2026/2027.
Baca Juga:
Kecelakaan Libatkan 2 Motor di Ciputat, Seorang Pengendara Meninggal di Tempat
MTsN 1 Tangsel Bantah Pungutan? Kemenag Akui Donasi Rp2,9 Juta Sudah Jadi Tradisi Tahunan
Pembayaran donasi itu juga bisa dilakukan secara tunai maupun dicicil selama enam kali.
“Nominalnya satu anak Rp3 juta, setiap tahun seperti itu,” keluh salah seorang wali murid di akun tersebut, dilihat Senin, 29 Juni 2026.
Baca Juga:
Cision Luncurkan PR Newswire Amplify™ di Asia Pasifik, Perluas Kapabilitas Komunikasi Berbasis AI
Cision Luncurkan PR Newswire Amplify™ di Asia Pasifik, Perluas Kapabilitas Komunikasi Berbasis AI
Selain donasi, setiap tahun disebutkan juga ada daftar ulang yang harus mengeluarkan nomonal yang tidak kecil.
“Anehnya setiap tahun aman-aman saja gak ada yang berani speak up. Padahal MTs negeri loh ini. Masa udah kaya swasta,” lanjutnya.
Sedangkan setiap kenaikan kelas, setiap wali murid disebut harus kembali mengeluarkan uang dengan nominal Rp2 juta.
“Kalo naik kelas setiap tahun keluar lagi Rp2 juta katanya uang kegiatan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, di sekolah tersebut juga dikabarkan ada ‘jalur langit’ yang diduga merupakan alternatif untuk masuk ke sekolah tersebut. Nominal untuk ‘jalur langit’ disebut mencapai Rp9 juta.
“Belum lagi yang jalur langit ka ngeri disini. 1 anak Rp9 juta masuk jalur langit sebutannya. Guru-gurunya dapat jatah tiap tahun untuk bawa anak masuk. Soalnya test masuknya terkenal susah,” pungkasnya.










