Pemerintah Wacanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Masuk Badui

- Pewarta

Selasa, 11 November 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten -Pemerintah mewacanakan penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. Namun, rencana tersebut masih harus melalui pembahasan dan kesepakatan para tokoh adat sebelum dapat dijalankan.

Sekretaris Desa Kanekes, Medi, mengatakan bahwa masyarakat Badui akan menerima program pemerintah sepanjang tidak bertentangan dengan aturan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Program MBG itu harus dimusyawarahkan dengan tokoh adat,” ujar Medi saat dihubungi di Rangkasbitung, Senin (11/11).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Medi, keputusan diterima atau ditolaknya program MBG sepenuhnya bergantung pada hasil musyawarah tokoh adat. Ia mencontohkan, masyarakat Badui sebelumnya telah menerima program bantuan pangan berupa beras setelah mendapat persetujuan para tetua adat.

Namun, ada pula sejumlah program pemerintah yang ditolak karena dinilai tidak sesuai dengan adat, seperti program dana desa.

“Saya kira keputusan program MBG itu diterima atau ditolak tergantung hasil kesepakatan tokoh adat,” tambahnya.

Medi menegaskan, pemerintah desa siap mendukung dan memfasilitasi segala bentuk pelayanan untuk masyarakat, termasuk program pemenuhan gizi, selama sejalan dengan norma dan nilai adat yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani, mengatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji penerapan program MBG di wilayah masyarakat Badui yang termasuk kategori terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

“Program MBG sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi di wilayah masyarakat Badui,” kata Asep.

Ia menjelaskan, BGN sedang merancang teknis dan mekanisme pendistribusian MBG agar sesuai dengan kondisi geografis serta karakter sosial masyarakat Badui yang masih menjaga jarak dari kehidupan modern.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Ketua Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI), Muhammad Arief Kirdiat, yang menilai MBG akan memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat adat.

“Kami memperkirakan sekitar 4.000 anak Badui yang perlu mendapatkan MBG,” ujar Arief.

Menurutnya, persoalan kekurangan gizi di pemukiman Badui kerap memicu munculnya penyakit seperti tuberkulosis (TBC) dan stunting. Karena itu, penerapan program MBG di wilayah adat akan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kedaulatan pangan masyarakat Badui.

“Program ini penting untuk memutus rantai masalah gizi yang masih banyak ditemukan di wilayah pedalaman,” tutupnya.

Berita Terkait

PMII Ciputat Desak Pemkot Tangsel Terbuka soal Perpanjangan Jabatan Sekda
Parah! Pengunjung Jaletreng Riverpark Terpaksa Hirup Asap Sampah Saat Olahraga
Miris! Atlet Silat Tangsel Latihan Sambil Hirup Asap Sampah, Banyak yang Sesak Napas
MUI Tangsel Beberkan Kriteria Hewan Layak Kurban Idul Adha
Mobil Hasil Begal di Cisauk Dijual Rp25 Juta Untuk Judol dan Main Perempuan
Andra Soni Dukung Percepatan Pembentukan Kabupaten Cilangkahan
Wanita di Cisauk Ditodong Celurit,Mobil Dan HP Raib Dibawa Begal
Berawal Jual Sembako, Koperasi Merah Putih Terbesar Omzet se-Tangsel Ini Punya 170 Anggota

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:32 WIB

PMII Ciputat Desak Pemkot Tangsel Terbuka soal Perpanjangan Jabatan Sekda

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:14 WIB

Parah! Pengunjung Jaletreng Riverpark Terpaksa Hirup Asap Sampah Saat Olahraga

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:01 WIB

Miris! Atlet Silat Tangsel Latihan Sambil Hirup Asap Sampah, Banyak yang Sesak Napas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:01 WIB

MUI Tangsel Beberkan Kriteria Hewan Layak Kurban Idul Adha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:40 WIB

Mobil Hasil Begal di Cisauk Dijual Rp25 Juta Untuk Judol dan Main Perempuan

Berita Terbaru