Pertarungan Dua Generasi di Mukota Kadin Tangsel, Akankah Berjalan Kondusif?

- Pewarta

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten -Musyawarah Kota (Mukota) IV Kadin Tangerang Selatan tidak lagi hanya dipandang sebagai ajang memilih ketua. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang pertarungan gagasan, nilai, dan arah masa depan dunia usaha Tangsel: bertahan dalam zona nyaman atau bergerak ke ekosistem bisnis yang lebih kreatif, mandiri, dan berkelas nasional.

Kadin selama ini bukan sekadar organisasi pengusaha. Di tingkat nasional, Kadin Indonesia menjadi mitra resmi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi, perdagangan, investasi, hingga diplomasi bisnis lintas negara. Di daerah seperti Tangsel, Kadin menjadi “gerbang utama” pengusaha lokal untuk naik kelas dan masuk ke jaringan nasional maupun global.


890 Peserta, Proses Verifikasi, dan Komitmen Netralitas

Ketua Steering Committee (SC) Mukota IV, Nunung Nursiamuddin, memastikan proses berjalan terbuka.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Total peserta yang akan ikut Mukota sekitar 890. Namun masih akan diverifikasi kembali pada 20 Oktober 2025. Prinsip utama kami adalah netralitas,” ujarnya.

“Setiap bakal calon ketua Kadin juga wajib menyerahkan satu orang saksi resmi,” tambah Nunung.

Pemilihan lokasi Mukota di kawasan Pusdiklat juga disebut sebagai bentuk antisipasi agar semua berjalan kondusif.


Dua Tokoh, Dua Arah Masa Depan

Mukota kali ini mempertemukan dua figur kuat:

  • Arnovi, tokoh senior Kadin, dikenal luas dan berpengalaman dalam dunia usaha dan politik.

  • Marhadi, sosok muda, representasi pengusaha baru dengan rekam jejak usaha yang bersih dan dukungan dari banyak asosiasi bisnis.

Menurut Uten Sutendy, mantan pengurus Kadin Tangsel, dua sosok ini mencerminkan pertarungan dua generasi.

“Ini pertarungan generasi lama dan generasi muda. Yang satu terbiasa dengan pola usaha berbasis proyek pemerintah, yang satu lagi datang membawa semangat kreatif dan inovatif,” ujarnya.

“Kalau anggota Kadin masih nyaman dengan paradigma lama dan zona aman kontraktor, Arnovi punya peluang lebih besar. Tapi jika sudah bangkit dari tidur panjang dan ingin bertarung lebih sehat di ruang usaha yang lebih luas, Marhadi bisa lebih unggul.”


Kadin Bukan Tempat Mencari Proyek, Tapi Pusat Inovasi Pengusaha

Uten mengingatkan, dunia pengusaha seharusnya tidak identik dengan mengandalkan proyek pemerintah.

“Berwirausaha itu bukan identik dengan jadi kontraktor. Itu kerja kreatif dan inovatif untuk membuka lapangan usaha dan lapangan kerja,” tegasnya.

“Sudah saatnya para pengusaha di Tangsel paham, membangun bisnis itu soal ide, strategi, dan jaringan, bukan soal kedekatan politik.”


Potensi Chaos? Ini Peringatan Uten Sutendy

Ketika ditanya soal kemungkinan kericuhan, Uten tidak menutup kemungkinan itu.

“Tergantung. Chaos biasanya terjadi kalau ada pemaksaan kehendak dari pihak tertentu—baik kekuatan politik maupun finansial. Itu tidak fair,” katanya.

“Anggota Kadin ini pengusaha, kaum intelektual. Di negara maju, pengusaha disebut warga VIP, warga terpilih. Jadi harus memegang etika dalam berdemokrasi dan berwirausaha.”

Uten juga menyinggung budaya politik lokal yang kadang masih primitif.

“Tangsel kotanya modern, tapi dalam hal kekuasaan kadang masih tradisional. Masih ada gaya norak atau kampungan untuk memaksakan kehendak. Jangan sampai itu terjadi di Mukota kali ini.”

Dan yang paling penting:

“Memilih ketua Kadin tidak boleh dengan membeli suara di tengah Mukota. Pemimpin harus lahir dari reputasi, portofolio usaha, etika, dan kecerdasan. Bukan dari amplop.”


 Taruhan Nasib Pengusaha Tangsel

Mukota IV Kadin Tangsel bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi soal arah gerak dunia usaha:

  • Tetap bersandar pada proyek Pemkot, atau

  • Melompat ke arah inovasi, kemandirian, dan jejaring bisnis yang lebih luas.

Dengan hampir 900 pemilih yang diverifikasi, Mukota kali ini akan menentukan apakah Kadin Tangsel mampu menjadi rumah besar bagi pengusaha yang modern, beretika, dan berdaya saing nasional—atau justru terjebak dalam pola lama kekuasaan dan proyek.

Berita Terkait

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya
Benyamin Putuskan Perpanjang Bambang Noertjahjo Sebagai Sekda Tangsel
Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten
Sekda Banten Tegaskan Tak Ada Open Bidding Sekda Tangsel
Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban
Cekcok Keluarga Berujung Geger, Pria di Sengkol Nekat Bongkar Makam Ibu Kandung
24 SMP Negeri di Tangsel Akan Terima 9.976 Siswa Baru pada SPMB 2026
Kabel Melintang di Jalan Ciputat Timur, Ancam Keselamatan Pengemudi 

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:03 WIB

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:26 WIB

Benyamin Putuskan Perpanjang Bambang Noertjahjo Sebagai Sekda Tangsel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:58 WIB

Sekda Banten Tegaskan Tak Ada Open Bidding Sekda Tangsel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:34 WIB

Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan,

Info Banten

Sekda Banten Tegaskan Tak Ada Open Bidding Sekda Tangsel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:58 WIB