Protes Tanah Belum Dibayar Alam Sutera, Seorang Ibu Diduga Dianiaya Pekerja Proyek

- Pewarta

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Protes Tanah Belum Dibayar Alam Sutera, Seorang Ibu Diduga Dianiaya Pekerja Proyek

Protes Tanah Belum Dibayar Alam Sutera, Seorang Ibu Diduga Dianiaya Pekerja Proyek

HARIANBANTEN — Sengketa lahan pembangunan perumahan Sutera Rasuna berujung laporan kekerasan. Dina Mardianah (45), ibu rumah tangga warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, melaporkan sejumlah oknum pengawas proyek ke polisi setelah mengalami kekerasan saat mempertahankan hak atas tanah milik keluarganya.

Peristiwa terjadi Kamis (15/1/2026) sekitar 13.00 WIB. Saat itu, pekerja proyek mengoperasikan eskavator untuk pembangunan gorong-gorong di lahan yang diklaim korban sebagai tanah keluarga dan disebut belum dibayar oleh pengembang Alam Sutera. Ketika korban meminta pekerjaan dihentikan, terjadi cekcok hingga korban diseret, ditekan menggunakan dengkul, dan terjatuh.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pembengkakan dan terkilir di tangan kanan serta nyeri di bagian pinggang berdasarkan hasil visum. Video kejadian itu pun viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari yang sama sekitar 17.25 WIB, korban melapor ke Polsek Pinang, Polres Metro Tangerang Kota dengan nomor laporan LP/B/6/1/2026/SPKT/POLSEK PINANG/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA. Kasus ini masih dalam penyelidikan.

Orang tua korban, Pandih, mengecam keras tindakan tersebut.

“Saya sangat sedih melihat anak saya diseret-seret. Sampai kapan pun saya tidak akan memaafkan,” ujarnya.

Kuasa hukum korban, Erdi Surbakti, SH., MH., menegaskan bahwa kliennya telah menguasai tanah tersebut lebih dari 50 tahun secara turun-temurun.

“Ini bukan hanya kekerasan fisik, tapi pelanggaran hak masyarakat kecil yang tanahnya dikuasai tanpa penyelesaian,” tegas Erdi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang Sutera Rasuna belum memberikan keterangan resmi. Informasi yang diterima menyebutkan adanya permintaan mediasi.

Berita Terkait

Eks Rektor UIN Jakarta Dipanggil Kejati Banten, Mahasiswa Geruduk Rektorat
APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun
Reaktor Riset Nuklir Serpong Krisis, Stok Bahan Bakar Habis
Cegah Keracunan MBG, Dapur Baru di Tangsel Tak Akan Dapat Izin Tanpa Sertifikat Higienis
Kasus Dugaan Pelecehan Guru dan P3K Dindikbud Tangsel Berakhir Damai
Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Hari Ketiga Pencarian Diperluas
Siswa di Tangsel Mulai Belajar Tatap Muka, Aktivitas Luar Ruangan Tidak Diperbolehkan
ISPA di Tangsel Tembus 148 Ribu Kasus, Terbaru Naik Hampir 20 Persen

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:01 WIB

Eks Rektor UIN Jakarta Dipanggil Kejati Banten, Mahasiswa Geruduk Rektorat

Kamis, 10 September 2026 - 19:10 WIB

APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun

Kamis, 10 September 2026 - 16:01 WIB

Cegah Keracunan MBG, Dapur Baru di Tangsel Tak Akan Dapat Izin Tanpa Sertifikat Higienis

Kamis, 10 September 2026 - 15:11 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Guru dan P3K Dindikbud Tangsel Berakhir Damai

Kamis, 10 September 2026 - 14:56 WIB

Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Hari Ketiga Pencarian Diperluas

Berita Terbaru

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB

Info Banten

APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:10 WIB