Selain Kota Serang, Pemkot Tangsel Kirim 200 Ton Sampah ke Cileungsi Bogor

- Pewarta

Senin, 29 Desember 2025 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ihsan

Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ihsan

HARIANBANTEN — Krisis sampah di Kota Tangerang Selatan kian nyata. Keterbatasan daya tampung TPA Cipeucang memaksa Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah darurat dengan membuang 200 ton sampah per hari ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, melalui kerja sama dengan pihak swasta.

 

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan sampah Tangsel tidak lagi bersifat teknis semata, melainkan telah masuk kategori darurat pengelolaan lingkungan. Jika tidak segera diurai, penumpukan sampah berpotensi memicu persoalan kesehatan, pencemaran, hingga keresahan warga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, membenarkan bahwa kerja sama dengan pihak swasta di Cileungsi dilakukan sebagai langkah cepat agar ritme pengangkutan sampah tetap berjalan.

 

“Kami saat ini bekerja sama dengan pihak swasta di Cileungsi, Bogor, untuk mengangkut sekitar 200 ton sampah per hari dari Tangsel,” ujar Pilar, dikutip dari Tangselife.

 

Meski demikian, angka tersebut belum mampu menutup seluruh produksi sampah harian Tangsel yang mencapai lebih dari 500 ton per hari. Artinya, kebijakan ini baru menambal sebagian persoalan, bukan solusi menyeluruh.

 

Pilar menegaskan, kerja sama dengan pihak swasta bersifat sementara sambil pemerintah daerah menyiapkan skema penanganan yang lebih besar dan berkelanjutan.

 

“Ini langkah darurat. Ke depan, kami tetap menyiapkan kerja sama lain sebagai solusi jangka menengah dan panjang agar persoalan sampah Tangsel tidak berulang,” katanya.

 

Selain kerja sama dengan swasta di Bogor, Pemkot Tangsel juga disebut tengah mematangkan rencana pengiriman sampah ke luar daerah lainnya. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa TPA Cipeucang tidak lagi mampu menanggung beban sampah kota secara mandiri.

 

Kondisi tersebut menjadi peringatan serius bahwa Tangsel membutuhkan terobosan kebijakan, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, penguatan pengolahan, hingga kolaborasi lintas daerah. Tanpa itu, pengiriman sampah ke luar wilayah dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara yang terus berulang.

Berita Terkait

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Berita Terbaru