HARIANBANTEN — Krisis sampah di Kota Tangerang Selatan kian nyata. Keterbatasan daya tampung TPA Cipeucang memaksa Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah darurat dengan membuang 200 ton sampah per hari ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, melalui kerja sama dengan pihak swasta.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan sampah Tangsel tidak lagi bersifat teknis semata, melainkan telah masuk kategori darurat pengelolaan lingkungan. Jika tidak segera diurai, penumpukan sampah berpotensi memicu persoalan kesehatan, pencemaran, hingga keresahan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, membenarkan bahwa kerja sama dengan pihak swasta di Cileungsi dilakukan sebagai langkah cepat agar ritme pengangkutan sampah tetap berjalan.
“Kami saat ini bekerja sama dengan pihak swasta di Cileungsi, Bogor, untuk mengangkut sekitar 200 ton sampah per hari dari Tangsel,” ujar Pilar, dikutip dari Tangselife.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Meski demikian, angka tersebut belum mampu menutup seluruh produksi sampah harian Tangsel yang mencapai lebih dari 500 ton per hari. Artinya, kebijakan ini baru menambal sebagian persoalan, bukan solusi menyeluruh.
Pilar menegaskan, kerja sama dengan pihak swasta bersifat sementara sambil pemerintah daerah menyiapkan skema penanganan yang lebih besar dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
“Ini langkah darurat. Ke depan, kami tetap menyiapkan kerja sama lain sebagai solusi jangka menengah dan panjang agar persoalan sampah Tangsel tidak berulang,” katanya.
Selain kerja sama dengan swasta di Bogor, Pemkot Tangsel juga disebut tengah mematangkan rencana pengiriman sampah ke luar daerah lainnya. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa TPA Cipeucang tidak lagi mampu menanggung beban sampah kota secara mandiri.
Kondisi tersebut menjadi peringatan serius bahwa Tangsel membutuhkan terobosan kebijakan, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, penguatan pengolahan, hingga kolaborasi lintas daerah. Tanpa itu, pengiriman sampah ke luar wilayah dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara yang terus berulang.










