HARIANBANTEN — Pengelola penyeberangan lintas Merak–Bakauheni mulai menerapkan uji coba teknologi face recognition (pengenalan wjaah) selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Inovasi ini ditujukan untuk mempercepat proses verifikasi penumpang dan mengurai antrean di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni.
Dengan sistem pengenalan wajah, penumpang cukup menghadapkan wajah ke kamera di titik pemeriksaan. Data identitas terintegrasi dengan tiket resmi sehingga alur masuk kapal menjadi lebih cepat dan tertib, terutama saat lonjakan penumpang Nataru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pelabuhan menegaskan penerapan ini masih bersifat terbatas dan bertahap. Petugas tetap disiagakan untuk membantu pengguna jasa yang belum terbiasa, serta jalur manual tetap tersedia sebagai opsi alternatif.
“Lonjakan arus Nataru membutuhkan solusi cepat. Uji coba face recognition kami harapkan bisa memangkas waktu tunggu tanpa mengurangi aspek keamanan,” ujar pejabat pelabuhan setempat.
Di lapangan, respons penumpang beragam. Sebagian mengapresiasi karena dinilai praktis dan modern, sementara lainnya memilih jalur konvensional. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sepanjang Nataru untuk menentukan kelanjutan dan perluasan penerapan di masa mendatang.
Selain efisiensi, teknologi ini juga diproyeksikan meningkatkan keamanan dengan meminimalkan potensi penyalahgunaan identitas. Jika hasil uji coba positif, face recognition (pengenalan wajah) berpeluang menjadi standar baru layanan penyeberangan pada periode padat berikutnya.
Baca Juga:
Financial Resilience Index Sun Life Asia: Keamanan Finansial Menurun Akibat Tekanan Biaya Hidup






