Harian Banten – Memasuki 100 hari pertama kepemimpinan Gubernur Banten yang baru, sorotan tajam datang dari berbagai kalangan. Salah satunya dari pengamat politik Visi Nusantara, Subandi Misbah, yang menilai kinerja Gubernur Banten selama tiga bulan pertama masih jauh dari harapan publik.
“Tidak ada gebrakan berarti. Program-program prioritas tidak jelas arahnya, sementara pelayanan publik dan reformasi birokrasi berjalan lambat,” ujar Subandi, Sabtu (31/5).
Menurut Subandi, rendahnya kepuasan publik terhadap Gubernur Banten bahkan menjadi yang terendah se-Pulau Jawa, berdasarkan berbagai survei persepsi publik yang dirilis sejumlah lembaga independen. Hal ini menunjukkan ketidakterhubungan antara janji politik saat kampanye dan implementasi nyata di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari sisi komunikasi publik, Gubernur Banten juga kurang responsif. Tidak ada narasi besar atau arah pembangunan yang membuat publik percaya bahwa Banten akan berubah lebih baik dalam lima tahun ke depan,” tambah Subandi.
Beberapa program kerja yang pernah dijanjikan seperti revitalisasi kawasan industri, digitalisasi pelayanan, hingga perbaikan infrastruktur dasar belum menunjukkan progres signifikan. Bahkan, menurut catatan Visi Nusantara, serapan anggaran untuk sektor strategis justru tergolong rendah di triwulan pertama.
Subandi mengingatkan, dengan posisi strategis sebagai provinsi penyangga Ibu Kota Negara dan gerbang utama menuju Pulau Sumatera, Banten seharusnya bisa lebih progresif dan inovatif dalam 100 hari awal. “Justru yang terjadi adalah stagnasi dan pemborosan waktu politik,” tegasnya.
Visi Nusantara merekomendasikan agar Gubernur Banten segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim kerja dan memprioritaskan program berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya pencitraan atau proyek-proyek seremonial.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
“Jika pola seperti ini terus berlanjut, maka bukan hanya kepuasan publik yang terus menurun, tetapi juga potensi Banten sebagai provinsi maju akan kembali tertinggal,” tutup Subandi.








