25.110 Siswa Di Pandeglang Tak Terdata

- Pewarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

25.110 Siswa Di Pandeglang Tak Terdata

25.110 Siswa Di Pandeglang Tak Terdata

HARIANBANTEN – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 25.110 siswa tidak terdata secara valid dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan masuk kategori residu. Kondisi ini membuat ribuan siswa berpotensi tercatat sebagai Belum Pernah Sekolah (BPS) atau Anak Tidak Sekolah (ATS) dalam sistem pendidikan nasional.

Residu Dapodik merupakan data pendidikan yang belum sah akibat belum lengkap, ganda, atau tidak sinkron dengan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Akibatnya, status siswa tertahan dan berdampak pada hak administrasi pendidikan.

Sekretaris Disdikpora Pandeglang, Nono Suparno, mengatakan ketidaksesuaian data administrasi menjadi penyebab utama munculnya residu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masih banyak orang tua yang kurang teliti saat mendaftarkan anak sekolah. Data di KTP, Kartu Keluarga, dan data anak sering tidak sama,” kata Nono Suparno, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan, selama data belum diperbaiki, status siswa akan tetap bermasalah di sistem. “Statusnya akan tetap residu atau merah di aplikasi,” ujarnya.

Nono mengingatkan dampak serius dari data tidak valid, terutama pada administrasi akhir pendidikan. “Yang paling fatal, siswa bisa mengalami kendala saat penerbitan ijazah,” tegasnya.

Berdasarkan data Disdikpora per 4 Februari 2026, jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Pandeglang mencapai 42.415 anak, terdiri dari residu atau BPS 25.110 anak, putus sekolah 6.187 anak, serta lulus tidak melanjutkan 11.187 anak.

Disdikpora terus berkoordinasi dengan Disdukcapil dan satuan pendidikan untuk mempercepat perbaikan data, serta mendorong pemanfaatan jalur pendidikan formal dan nonformal melalui PKBM guna menekan angka ATS.

Berita Terkait

Penjual Obat Keras Berkedok Toko Sembako Digerebek Polisi, 2 Orang Ditangkap
Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industri Vape Ganja Beromzet Rp10 Miliar per Bulan
Pemkab Lebak Gelontorkan Rp 75 M untuk Pembangunan 53 Ruas Jalan
Per Juni 2026 Penderita DBD di Tangsel Capai 229 Orang
WNA Asal Rusia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Hendak Selundupkan 3 Kilogram Hashish
Pemkot Tangsel Targetkan 45 Ribu Pekerja Rentan Tercover BPJS TK
Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Hore! Ribuan Pekerja Informal di Tangsel Berpeluang Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:32 WIB

Penjual Obat Keras Berkedok Toko Sembako Digerebek Polisi, 2 Orang Ditangkap

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:49 WIB

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industri Vape Ganja Beromzet Rp10 Miliar per Bulan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:34 WIB

Pemkab Lebak Gelontorkan Rp 75 M untuk Pembangunan 53 Ruas Jalan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:26 WIB

Per Juni 2026 Penderita DBD di Tangsel Capai 229 Orang

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:21 WIB

WNA Asal Rusia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Hendak Selundupkan 3 Kilogram Hashish

Berita Terbaru

Info Banten

Pemkab Lebak Gelontorkan Rp 75 M untuk Pembangunan 53 Ruas Jalan

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:34 WIB