Harian Banten- Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Tangerang Selatan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik, khususnya di wilayah Kecamatan Serpong dan Setu. Merespons kondisi tersebut, Barisan Muda Rano Alfath (BMRA) Kota Tangsel bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, Jumat (31/5).
Tim relawan BMRA turun langsung ke lokasi-lokasi yang terdampak paling parah. Dengan membawa paket bantuan berisi sembako, dan kebutuhan pokok lainnya, para relawan menyasar warga yang rumahnya terendam banjir dan kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator BMRA Kota Tangsel menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya gotong royong dan kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan bantuan cepat di saat krisis.
“Kami ingin memastikan bahwa warga tidak sendirian menghadapi bencana ini. Ada tangan-tangan yang peduli dan siap membantu,” ujarnya.
Bantuan disambut dengan antusias oleh warga. Salah satunya datang dari Ketua RT 006/004, Idik Tasdik, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk warganya.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang datang. Ini sangat membantu meringankan beban warga kami yang terdampak. Terima kasih kepada seluruh tim relawan yang sudah turun langsung,” ujar Idik Tasdik.
Baca Juga:
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Dalam kesempatan tersebut, Idik juga mendoakan kebaikan bagi pihak yang telah menginisiasi bantuan.
“Kami doakan semoga segala kebaikan ini dibalas dengan pahala, dan bagi Pak Rano Alfath yang sedang menjalankan ibadah haji, semoga diberi kesehatan, keberkahan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadahnya,” tambahnya.

Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
Aksi kemanusiaan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya untuk turut bergotong royong membantu sesama, terutama dalam kondisi darurat seperti bencana banjir. Solidaritas dan aksi nyata di lapangan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah-tengah masyarakat.







