Harian Banten- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, pada Kamis (29/5/2025) lalu menyebabkan banjir parah di dua kawasan perumahan elite, yakni Serpong Lagoon dan Citra Prima Serpong 2 (CPS 2). Dampak paling mengkhawatirkan adalah robohnya tembok panel pembatas di Serpong Lagoon serta meluapnya aliran sungai di CPS 2.
Melihat kondisi ini, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan langsung turun tangan. Ia meninjau kedua lokasi banjir didampingi dinas teknis seperti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), serta BPBD Kota Tangsel.
“Di Serpong Lagoon itu ada satu dinding panel yang roboh karena luapan air dari saluran drainase. Karena ini aset pengembang, kita minta segera diperbaiki. Saat ini hanya ditahan dinding seng, dan itu berbahaya jika hujan besar terjadi lagi.” tegas Pilar, Selasa (3/6/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain tembok panel, paving block yang rusak akibat rembesan air juga menjadi perhatian. Pilar meminta agar pengembang segera melakukan perbaikan agar tidak membahayakan penghuni.
Di Perumahan Citra Prima Serpong 2, penanganan lebih komprehensif dirancang karena kawasan itu menjadi titik limpasan air. Pilar mengungkapkan rencana teknis yang tengah disiapkan:
“Kita akan lakukan pelebaran kali sekitar 100 meter, tinggikan turap, pasang pompa, dan buat bak penampungan sementara agar air tak menggenang di titik rendah,” paparnya.
Tujuan dari langkah ini adalah agar air bisa dipompa langsung ke aliran sungai yang sudah diturap dan ditinggikan. Namun, ia mengingatkan agar jangan sampai aliran itu justru menyebabkan luapan di hilir, yaitu di area Serpong Lagoon.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
“Tinggal kita pikirkan jangan sampai di sininya (Serpong Lagoon) meluap juga. Jadi semua harus dikaji menyeluruh,” katanya.
Pilar menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi prioritas utama Pemkot Tangsel, dan hal itu membutuhkan kerja lintas wilayah.
“Saya sudah minta bantuan Pak Gubernur untuk fasilitasi koordinasi dengan Kota Tangerang. Karena kalau kita lebarkan di sini tapi aliran di sana sempit, ya tetap saja banjir akan balik ke Tangsel,” ujarnya.

Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Dalam kesempatan itu, Pilar juga menyebut beberapa wilayah yang dulu rawan banjir, seperti Pondok Aren dan Jelupang, kini sudah bebas banjir setelah melalui penanganan infrastruktur yang terintegrasi.
“Penanganan banjir ini tidak bisa sepotong-potong. Setiap wilayah punya karakteristik yang berbeda, maka solusinya juga harus spesifik dan dinamis,” tandas Pilar.









