Harian Banten – Aroma manuver politik mulai tercium di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. Sejumlah pejabat eselon II dikabarkan siap hengkang dan mengajukan pindah tugas ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Fenomena ini mencuat setelah mantan Bupati Pandeglang, H. Dimyati Natakusumah, resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten. Gerbong loyalis Dimyati pun disebut-sebut mulai digerakkan ke level provinsi.
Informasi yang dihimpun Harian Banten menyebutkan, setidaknya ada enam nama pejabat strategis yang santer disebut bakal ikut sang tokoh berpengaruh itu. Mereka adalah:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Hasan Bisri, Kepala Inspektorat Kabupaten Pandeglang
-
Kurnia Sastriawan, Asda III Administrasi Umum Setda Pandeglang
-
Tb Nandar Suptandar, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik
-
Roni ST, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman
-
Asep Rahmat, Kepala Dinas PUPR
-
Abdul Hadist Muntaha, Kabag Kesra Kabupaten Pandeglang
Kepala BKPSDM Pandeglang, Didin Pahrudin, saat dikonfirmasi Kamis (12/6/2025), menyatakan bahwa pihaknya belum menerima permohonan resmi perpindahan dari para pejabat eselon II tersebut.
“Secara formal, sampai saat ini belum ada surat permohonan pindah yang masuk. Tapi secara prinsip, itu adalah hak ASN. Selama tempat tujuannya menerima dan sesuai prosedur, maka prosesnya bisa dilakukan,” ungkap Didin.
Namun demikian, Didin menegaskan bahwa pindah tugas untuk eselon II hanya bisa dilakukan melalui mekanisme open bidding yang saat ini belum dibuka.
“Belum ada proses open bidding. Jadi untuk saat ini, belum ada pejabat eselon II yang bisa langsung pindah ke provinsi,” ujarnya.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Meski belum ada kepastian formal, gelagat ini menandakan adanya tarikan politik yang kuat di tubuh birokrasi Pandeglang pasca-melesatnya Dimyati ke posisi strategis di Pemprov Banten. Apakah ini tanda dimulainya reshuffle loyalis dan konsolidasi kekuasaan? Waktu yang akan menjawab.








