Tak Mau Terulang, Bekasi Siapkan Sensor Canggih di Perlintasan Liar KRL

- Pewarta

Kamis, 30 April 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Tragedi kecelakaan maut KRL jadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Bekasi. Kini, langkah cepat diambil—bukan sekadar wacana, tapi aksi nyata di titik paling rawan.

Pemerintah Kota Bekasi mulai melakukan penataan serius di sejumlah perlintasan kereta api, terutama yang tidak resmi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan demi meningkatkan keselamatan masyarakat di wilayahnya. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada titik-titik rawan kecelakaan.

“Ini bagian dari upaya yang terus kita lakukan untuk memastikan keselamatan warga semakin terjaga. Perlintasan sebidang, terutama yang tidak resmi, memang membutuhkan penanganan bertahap dan terukur,” kata Tri di Bekasi, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tri bersama jajaran pemerintah turun langsung meninjau perlintasan Bulak Kapal, termasuk titik rawan di pintu rel Ampera dan sekitar area makam pahlawan. Dari hasil pemantauan tersebut, Pemkot Bekasi memutuskan menambah personel dari Dinas Perhubungan guna memperketat pengawasan serta pengaturan lalu lintas di lokasi berisiko tinggi.

“Saya sudah perintahkan untuk membuat sistem peringatan berbasis suara. Jadi bukan palang pintu manual, tetapi akan ada sinyal suara dari jarak sekitar 500 meter sebelum kereta melintas hingga ke titik perlintasan. Ini akan terhubung ke toa yang memberikan alarm peringatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain alarm suara, pemerintah juga tengah menyiapkan teknologi sensor otomatis yang mampu mendeteksi kedatangan kereta lebih dini. Sistem ini dirancang menyerupai peringatan banjir yang sebelumnya telah diterapkan di beberapa wilayah, sehingga warga bisa mendapatkan notifikasi sebelum bahaya datang.

“Kita pastikan ini dikelola pemerintah. Tidak ada cerita pemerintah takut atau kalah dengan pihak mana pun. Ini demi keselamatan warga,” katanya.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa keselamatan tak bisa ditawar. Kini, perhatian publik tertuju pada seberapa cepat solusi permanen benar-benar terwujud, sebelum tragedi serupa kembali terjadi.

Sumber Berita: inilah.com

Berita Terkait

Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi
Survei Kepuasan Pemerintah di Atas 70 Persen Dipertanyakan
Dinamai Sambo, Sapi 1,1 Ton Asal Tangerang Dibeli Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya
Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban
Sinar Mas Land Kembali Raih Penghargaan Tertinggi di 3G Awards 2026
Hunian premium Botanic Villa di NavaPark, BSD City, Sukses Terjual Habis Hanya Dalam Waktu Kurang Dari Lima Bulan Sejak Diluncurkan pada Oktober 2025.
Sekda Tangsel Habis Masa Jabatan 19 April 2026, Diperpanjang atau Diganti?

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:20 WIB

Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:09 WIB

Survei Kepuasan Pemerintah di Atas 70 Persen Dipertanyakan

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:50 WIB

Dinamai Sambo, Sapi 1,1 Ton Asal Tangerang Dibeli Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:03 WIB

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:34 WIB

Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban

Berita Terbaru

Info Banten

Ratusan Porsi MBG di Pandeglang Berakhir Jadi Pakan Ternak

Senin, 15 Jun 2026 - 19:22 WIB

Info Banten

Benyamin Beberkan SiLPA Tangsel 2025 Capai Rp478 Miliar

Senin, 15 Jun 2026 - 14:31 WIB