Banjir Berulang di Kota Serang, Adib Miftahul Nilai Wali Kota Minim Solusi

- Pewarta

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Serang Budi Rustandi

Walikota Serang Budi Rustandi

HARIANBANTEN – Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Serang memantik kritik keras dari Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul. Ia menilai Wali Kota Serang Budi Rustandi belum menunjukkan kepemimpinan yang solutif dalam menangani persoalan mendasar yang terus berulang dan merugikan warga.

 

Menurut Adib, sejak awal menjabat, kepala daerah semestinya hadir sebagai pengambil keputusan yang tegas dan terukur, bukan sekadar menampilkan aktivitas seremonial maupun pencitraan di media sosial.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Ketika seseorang menawarkan diri menjadi wali kota, maka ia harus siap menyelesaikan masalah rakyat. Bukan sibuk membangun citra, sementara persoalan banjir terus berulang,” ujar Adib Miftahul, Rabu (14/1/2026).

 

Ia menilai kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Serang cenderung reaktif dan tidak berbasis perencanaan jangka panjang. Langkah-langkah yang dilakukan dinilai hanya untuk menunjukkan kesan bekerja, tanpa menyentuh akar persoalan di lapangan.

 

“Kebijakan itu terlihat seperti pencitraan. Ada aktivitas, tapi tidak berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Adib juga menyoroti belum adanya arah pembangunan yang jelas di Kota Serang. Menurutnya, absennya grand design membuat penanganan isu strategis seperti banjir, kualitas sumber daya manusia, serta akses pendidikan dan kesehatan berjalan lambat dan tidak terintegrasi.

 

“Terlihat belum ada desain besar yang jelas. Mau dibawa ke mana Kota Serang ini, prioritasnya apa, itu belum tampak,” ungkap Adib.

 

Ia turut mengkritik pernyataan Wali Kota Serang di media sosial yang dinilai terlalu menyederhanakan persoalan banjir dengan menyalahkan kondisi drainase.

 

“Kalau kepala daerah hanya menyalahkan selokan, itu bukan solusi. Wali kota punya kewenangan dan anggaran, seharusnya fokus bekerja, bukan beralasan,” katanya.

 

Sebagai ibu kota Provinsi Banten, lanjut Adib, Kota Serang seharusnya menjadi etalase pembangunan daerah. Namun hingga kini, ia menilai perubahan yang dirasakan masyarakat belum signifikan.

 

“Sejak dilantik, wali kota dan wakil wali kota seharusnya menjadi pemecah kebuntuan. Jika Kota Serang masih stagnan, maka itu menunjukkan lemahnya kepemimpinan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Khas Sekolah Negeri Mulai Tahun Ajaran 2026
Diamuk Massa,Pria di Ciputat Diduga Cabuli Bocah 12 Tahun
Pemkot Tangsel Anggarkan Rp51 Miliar Untuk Gaji Ke-13 ASN, Cair Bulan Ini
Terduga Pelaku Pencabulan di Ciputat Babak Belur Diamuk Massa
Datangi Klinik Gigi di Tangerang, Seorang Pria Tiba-tiba Tusuk Perawat
PPI Tangsel Sukses Gelar Lomba Pengibaran Bendera MPR RI, SMAN 2 Tangsel Wakili Banten ke Nasional
Polisi Kembalikan Mobil Korban Begal di Cisauk, 2 Pelaku Masih Pengejaran
Jari Warga Serpong Utara Bengkak Karena Cincin Tak Bisa Dilepas, Damkar Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:21 WIB

Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Khas Sekolah Negeri Mulai Tahun Ajaran 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Diamuk Massa,Pria di Ciputat Diduga Cabuli Bocah 12 Tahun

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:39 WIB

Pemkot Tangsel Anggarkan Rp51 Miliar Untuk Gaji Ke-13 ASN, Cair Bulan Ini

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:18 WIB

Terduga Pelaku Pencabulan di Ciputat Babak Belur Diamuk Massa

Senin, 1 Juni 2026 - 16:28 WIB

Datangi Klinik Gigi di Tangerang, Seorang Pria Tiba-tiba Tusuk Perawat

Berita Terbaru

Pers Rilis

Silvio Napoli Menjadi CEO Lucid Setelah Pergantian Kepemimpinan

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:27 WIB

Info Banten

Diamuk Massa,Pria di Ciputat Diduga Cabuli Bocah 12 Tahun

Selasa, 2 Jun 2026 - 18:37 WIB