HARIANBANTEN.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengusulkan pengadaan empat armada pemadam baru pada 2027 mendatang.
Kepala Damkar Tangsel, Ahmad Dohiri mengatakan, usulan pengadaan armada baru itu sudah disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita mengusulkannya itu kalau di TAPD ya, mengusulkannya itu ada empat unit,” kata Dohiri seusai menghadiri rapat di DPRD Tangsel, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menjelaskan, saat ini Damkar Tangsel tercatat memiliki 16 armada pemadam kebakaran. Dari jumlah itu yang masih dalam kondisi layak hanya enam, sementara sisanya sudah memperihatinkan.
Baca Juga:
KLH Segel Pabrik Pengolahan Aluminium Ilegal di Kabupaten Tangerang
Tukar Pelat Nomor demi Curi Motor di PIK 2, RR Akhirnya Dibekuk Polisi
“Masih bisa beroperasi cuma kondisinya memprihatinkan, lalu ada satu unit sudah tidak bisa sama sekali, itu unit 02,” tuturnya.
Dohiri menyebut, armada yang diusulkan merupakan jenis unit kendaraan kecil dengan kapasitas 3.000 liter air.
Baca Juga:
Febrie Adriansyah Tunjuk Hotman Paris Jadi Pengacaranya
Diduga Disegel Vendor, Belasan Ruang Kelas di Kampus Untirta Lumpuh
Satu unit armada dengan kapasitas tersebut ditaksir memiliki harga sekitar Rp2,4 miliar.
Jenis itu dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi jalan maupun pemukiman Tangsel yang akses jalannya tidak terlalu besar.
“Kita mengajukan kapasitas yang kecil, yang 3.000 liter. Maksudnya kan ini jalan di kita ini kan gang-gang kecil lah ya, butuh mobile lah, mobil yang kecil-kecil,” ungkapnya.
Baca Juga:
SCIE Menunjukkan HILO WAVE® Mendukung Regenerasi Struktur Kulit Tanpa Memicu Respons Peradangan
Selain armada, Damkar Tangsel juga mengusulkan pengadaan kurang lebih 100 Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas yang berjibaku memadamkan api di lapangan.
Pasalnya, saat ini Damkar Tangsel tercatat hanya memiliki kurang lebih 40 APD, sementara jumlah anggota mencapai lebih dari 200.
Hal itu membuat petugas harus bergantian menggunakan APD ketika sedang mendapatkan tugas memadamkan api.
“APD itu kan idealnya satu personel satu, sehingga mereka bertanggung jawab. Kalau sekarang kadang gantian. Kondisinya masih bisa dipkai cuma kurang jumlahnya,”
pungkas Dohiri.











