Harian Banten-Di tengah geliat pembangunan di Kabupaten Tangerang, Desa Sodong muncul sebagai contoh desa yang berhasil memanfaatkan potensi lokal dan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Keberhasilan ini tak lepas dari sosok kepala desa yang berdedikasi tinggi, yaitu Dony Bambang Priyangga, SE, MM. Laki-laki yang lahir dan besar di lingkungan sederhana ini memegang teguh moto hidupnya, “Jika kita tidak tahan lelah belajar maka kita akan menanggung pahitnya kebodohan.” Moto itu menjadi bahan bakar semangatnya untuk terus belajar, berinovasi, dan membangun Desa Sodong.
Desa Sodong yang terletak di Kecamatan Tigaraksa memiliki karakteristik khas dengan sumber daya alam yang subur dan masyarakat yang bersemangat bekerja. Dari bidang pertanian hingga sektor UMKM, Desa Sodong kini menunjukkan geliat ekonomi yang makin berkembang. Di bawah kepemimpinan Dony, desa ini telah berubah secara signifikan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat.
Desa Sodong: Potensi Alam dan Kekuatan Masyarakat
Desa Sodong dikenal dengan lahan pertanian yang subur dan produktif. Sawah dan kebun warga menghasilkan padi, sayur, dan buah lokal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan desa, tetapi juga mulai memasuki pasar yang lebih luas. Teknologi pertanian modern mulai diterapkan untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini menegaskan bahwa pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pertanian, UMKM di Desa Sodong juga berkembang pesat. Produk kerajinan tangan, makanan khas lokal, hingga jasa usaha kecil menjadi andalan baru yang mampu meningkatkan pendapatan warga. Melalui pelatihan dan pendampingan yang difasilitasi oleh Kepala Desa, para pelaku usaha kecil ini mampu meningkatkan kualitas produk dan pemasaran.
Lokasi strategis Desa Sodong yang dekat dengan pusat Kecamatan Tigaraksa juga memudahkan akses transportasi dan distribusi barang. Perbaikan jalan desa yang terus dilakukan membuat konektivitas antarwilayah semakin lancar, mempermudah warga dan pelaku usaha dalam beraktivitas sehari-hari.
Di sisi lingkungan, Desa Sodong menjadi salah satu desa dengan program penghijauan aktif dan pengelolaan sampah berbasis komunitas yang sangat efektif. Kebersihan desa dan kesadaran lingkungan warga membuat suasana desa terasa asri dan nyaman, sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.
Kepemimpinan Dony Bambang Priyangga: Membangun Desa dengan Ilmu dan Hati
Dony Bambang Priyangga menempuh pendidikan formalnya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2006. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magister manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta hingga memperoleh gelar Magister Manajemen pada 2014. Dengan bekal akademik yang kuat, ia membawa pendekatan profesional dan sistematis dalam pengelolaan pemerintahan desa.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Sejak pertama kali terpilih menjadi Kepala Desa pada 2013, Dony langsung menghadapi tantangan berat. Infrastruktur desa yang kurang memadai, akses air bersih terbatas, dan perekonomian warga yang masih rentan menjadi pekerjaan rumah utama. Namun, Dony tak gentar. Ia turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan warga, mendengarkan aspirasi, dan mencari solusi nyata.
Salah satu gebrakan pertamanya adalah menerapkan transparansi keuangan desa. Ia memajang semua informasi anggaran pembangunan di papan pengumuman desa, sehingga masyarakat dapat mengawasi dan ikut mengawal penggunaan dana desa. Langkah ini memperkuat kepercayaan warga pada kepemimpinannya.
Transformasi Desa Sodong juga ditandai dengan digitalisasi pelayanan publik. Dony memperkenalkan sistem administrasi berbasis online yang mempercepat proses surat menyurat, data kependudukan, hingga perizinan. Inovasi ini tidak hanya mempermudah pelayanan, tetapi juga mengurangi potensi birokrasi berbelit dan penyalahgunaan wewenang.
Pemberdayaan ekonomi menjadi fokus utama Dony. Ia menggandeng berbagai pihak untuk mengadakan pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga warga bisa mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Program pelatihan pemuda di bidang pertanian modern, teknologi informasi, dan kewirausahaan semakin menyiapkan generasi muda desa menghadapi era digital dan globalisasi.
Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan desa, irigasi pertanian, serta fasilitas umum terus digenjot. Semua program ini dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan warga.
Peran di Tingkat Kecamatan: Ketua Apdesi Tigaraksa
Keberhasilan Dony sebagai Kepala Desa Sodong mengantarkannya dipercaya memimpin Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Tigaraksa. Organisasi ini menjadi platform penting bagi kepala desa dalam memperjuangkan kepentingan desa, mendorong sinergi antar-desa, dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Sebagai Ketua Apdesi, Dony berkomitmen untuk mendorong peningkatan anggaran desa, memperbaiki sistem administrasi, serta memperkuat kolaborasi antar kepala desa dalam pelaksanaan program pembangunan. Dengan pengalaman dan rekam jejaknya yang terbukti, Dony diyakini mampu membawa perubahan positif lebih luas di Kecamatan Tigaraksa.
Artikel ini menampilkan kisah nyata bagaimana pendidikan, kerja keras, dan inovasi dapat menjadi kunci kemajuan desa di era modern. Desa Sodong yang dipimpin Dony Bambang Priyangga kini bukan hanya menjadi desa yang berkembang pesat secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga menjadi contoh desa dengan tata kelola pemerintahan yang transparan dan profesional.









