HARIANBANTEN – Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diperlihatkan melalui dukungan nyata kepada petani. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Lebak menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor kepada kelompok tani di Kabupaten Lebak, Banten, guna mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Jumat, 9 Januari, dan diserahkan langsung kepada kelompok tani penerima yang telah terverifikasi. Kehadiran alsintan modern ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pertanian, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, tingginya biaya produksi, hingga kebutuhan percepatan musim tanam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menegaskan bahwa bantuan traktor ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam memperkuat fondasi pertanian daerah.
“Bantuan alsintan ini sangat krusial bagi petani. Selain meningkatkan produktivitas, alat pertanian modern mampu menekan biaya produksi dan mempercepat pengolahan lahan, sehingga target swasembada pangan nasional dapat didukung dari daerah,” ujar Rahmat Yuniar.
Baca Juga:
Demokrat Tangsel Warning Wacana Pecah Dapil Pamulang: Politik Bisa Makin Mahal
PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu
Dalam program tersebut, Kementan menyalurkan 23 unit traktor roda empat dan 2 unit traktor rotavator crawler, sementara Pemerintah Kabupaten Lebak turut melengkapi dengan 57 unit traktor roda dua. Seluruh bantuan disalurkan sesuai Surat Keputusan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) guna memastikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Rahmat menambahkan, penggunaan traktor dan alsintan lainnya memungkinkan petani meningkatkan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali musim tanam dalam setahun.
Baca Juga:
Penghuni Apartemen Green Lake Ciputat Ditemukan Tak Bernyawa, Terungkap Usai Bau Menyengat Menyebar
Golkar Dorong Pemekaran Wilayah Ketimbang Pecah Dapil Pamulang
“Jika pengolahan lahan lebih cepat dan tepat waktu, petani dapat menambah musim tanam. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kesejahteraan ekonomi petani,” jelasnya.
Kabupaten Lebak selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Banten. Dengan luas baku sawah mencapai 52.025 hektare, Lebak mampu menghasilkan beras dalam jumlah surplus dan berkontribusi pada ketahanan pangan regional maupun nasional.
Antusiasme petani pun terlihat dari respons positif atas bantuan tersebut. Ahmad, petani asal Kecamatan Cibadak, menyebut bantuan traktor memberikan semangat baru bagi petani di lapangan.
Baca Juga:
Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU
Antisipasi Penyebaran Penyakit, Seluruh Hewan Kurban di Tangsel Akan Diperiksa Kesehatan
“Dengan adanya traktor, pekerjaan lebih cepat dan biaya bisa ditekan. Kami jadi lebih percaya diri untuk meningkatkan hasil panen dan menambah musim tanam,” ungkap Ahmad.
Sinergi antara Kementan dan Pemerintah Kabupaten Lebak ini diharapkan menjadi pengungkit utama dalam memperkuat sektor pertanian, menjaga stabilitas pangan, serta meningkatkan taraf hidup petani secara berkelanjutan.










