HARIANBANTEN — Pemerintah Kota Serang menyatakan kesiapan untuk menerima limpahan sampah dari Kota Tangerang Selatan dengan volume mencapai 500 ton per hari. Langkah ini disiapkan sebagai solusi darurat menyusul kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Tangsel yang telah melebihi kapasitas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, membenarkan adanya rencana kerja sama antardaerah tersebut. Menurutnya, TPSA Cilowong di Kecamatan Taktakan memiliki potensi untuk menampung tambahan sampah, dengan catatan seluruh aspek teknis dan lingkungan dipenuhi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada prinsipnya kami siap, namun tetap harus melalui kajian teknis dan kesepakatan bersama. Pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut dampak lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sampah dari Tangsel nantinya akan diarahkan ke TPSA Cilowong. Jika rencana ini terealisasi, total volume sampah yang dikelola di TPSA Cilowong diperkirakan meningkat hingga mendekati 900 ton per hari, gabungan dari sampah Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangsel.
Baca Juga:
Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, 791 Warga Tangsel Ajukan Perubahan Desil
CATL Luncurkan TECTRANS II di Ajang IAA Transportation 2026, Percepat Elektrifikasi Kendaraan Niaga
Farach menjelaskan, kerja sama lintas daerah ini masih dalam tahap pembahasan lanjutan, termasuk mekanisme pengangkutan, durasi kerja sama, serta skema pengelolaan agar tidak menimbulkan persoalan baru di Kota Serang.
“Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar TPSA. Prinsipnya, jangan sampai solusi untuk satu daerah justru menjadi masalah bagi daerah lain,” tegasnya.
Baca Juga:
Usai Disidak DPRD, Satpol PP Tangsel Bakal Segel Bangunan Fisik di Pool Taksi Ciater
Hisense Luncurkan Seri Proyektor C3 Terbaru, Wujudkan “Home Entertainment” yang Imersif
Tangsel Godok Aturan Baru, Karyawan Resto, Driver Ojol hingga ART Bakal Dilindungi
Sementara itu, kondisi TPA Cipeucang di Tangsel yang mengalami kelebihan kapasitas mendorong pemerintah daerah mencari opsi darurat agar penumpukan sampah tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak kesehatan maupun lingkungan.
Rencana Serang menerima sampah dari Tangsel ini menegaskan bahwa persoalan sampah di Banten telah menjadi isu regional yang membutuhkan kolaborasi nyata, sekaligus percepatan solusi jangka panjang di daerah penghasil sampah.








