HARIANBANTEN – Ancaman longsor di bantaran Sungai Cidurian, Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, kian mengkhawatirkan. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Kamis (8/1/2026) guna memastikan langkah penanganan cepat dan keselamatan warga tetap terjaga.
Peninjauan dilakukan menyusul tingginya curah hujan yang menyebabkan pergerakan tanah di sempadan sungai. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Camat Cisoka, Kapolsek Cisoka, Kepala Desa Carenang, serta unsur terkait lainnya. Rombongan melihat langsung kondisi tanah yang terus tergerus aliran sungai dan berpotensi longsor susulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan sedikitnya enam rumah warga berada dalam zona paling rawan. Posisi bangunan yang sangat dekat dengan bibir sungai membuat keselamatan penghuninya terancam, terutama jika debit air Sungai Cidurian meningkat secara tiba-tiba.
“Kondisi tanah di sempadan sungai ini sudah tidak stabil. Jika hujan terus turun dan debit air naik, longsor bisa terjadi kapan saja. Enam rumah warga berada dalam risiko tinggi dan ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Moch. Maesyal Rasyid.
Baca Juga:
Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, 791 Warga Tangsel Ajukan Perubahan Desil
CATL Luncurkan TECTRANS II di Ajang IAA Transportation 2026, Percepat Elektrifikasi Kendaraan Niaga
Ia menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu, opsi penanganan darurat hingga jangka menengah harus segera dipersiapkan, termasuk kemungkinan relokasi warga dari zona rawan.
“Tidak memungkinkan masyarakat tetap tinggal di lokasi ini dalam kondisi cuaca ekstrem. Kita harus mengambil langkah cepat dan tepat agar tidak menunggu sampai terjadi korban,” lanjutnya.
Baca Juga:
Usai Disidak DPRD, Satpol PP Tangsel Bakal Segel Bangunan Fisik di Pool Taksi Ciater
Hisense Luncurkan Seri Proyektor C3 Terbaru, Wujudkan “Home Entertainment” yang Imersif
Tangsel Godok Aturan Baru, Karyawan Resto, Driver Ojol hingga ART Bakal Dilindungi
Bupati juga memastikan bahwa Pemkab Tangerang akan memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3), aparat keamanan, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk mempercepat penanganan teknis dan nonteknis.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menjelaskan bahwa penanganan teknis Sungai Cidurian berada di bawah kewenangan BBWS C3 Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kami telah menyampaikan laporan dan surat resmi kepada Balai C3. Saat ini koordinasi terus berjalan sambil menunggu langkah teknis yang akan dilakukan, termasuk penanganan tebing sungai,” jelas Iwan Firmansyah.
Baca Juga:
Energi Bersih untuk Semua Orang: BLUETTI dan UN-Habitat Perluas Program Energi Bersih ke Nigeria
Ia menambahkan, sambil menunggu tindak lanjut dari BBWS, Pemkab Tangerang bersama kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan intensif di lapangan, serta menyiapkan langkah antisipasi darurat bagi warga terdampak.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Opsi relokasi sementara maupun permanen sedang dikaji, dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan kondisi sosial masyarakat,” pungkasnya.










