Pajak Capai Rp. 70 Triliun, Tapi Banten Hanya Dapat Rp. 2 Triliun, Wagub Minta Hal Ini

- Pewarta

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Provinsi Banten - Dimyati Natakusumah

Wakil Gubernur Provinsi Banten - Dimyati Natakusumah

HARIANBANTEN – Pemerintah Provinsi Banten menyoroti besaran dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang dinilai jauh dari kontribusi pajak yang dihasilkan. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusuma, menegaskan pemerintah daerah layak mendapat porsi lebih besar untuk mendukung percepatan pembangunan.

“Pusat memberikan TKD setidaknya 5 persen dari pendapatan pajaknya di Provinsi Banten. Wajar kalau kami meminta 5 persen,” ujar Dimyati usai menghadiri Taxpayer Gathering dan Taxpayers Charter 2026 di Kota Tangerang.

Dimyati menyebut, pendapatan pajak Banten pada 2025 mencapai Rp70,24 triliun, namun transfer pusat hanya sekitar Rp2 triliun. Ia menekankan, dukungan fiskal yang memadai penting untuk memperkuat APBD dan memastikan program pembangunan berjalan optimal. “Dengan dukungan fiskal yang memadai, Banten bisa berlari kencang,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Dimyati optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 meningkat. Stabilitas ekonomi dan iklim usaha kondusif akan mendorong investasi dan menambah penerimaan pajak. “Pertumbuhan ekonomi naik, iklim usaha kondusif, bayar pajak juga senang,” ujarnya.

Kepala Kanwil DJP Banten, Aim Nursalim Saleh, menegaskan penerimaan pajak 2025 sebesar Rp70,24 triliun, dan tahun ini ditargetkan naik menjadi Rp94,071 triliun atau meningkat 34 persen. Senada, Staf Ahli Menkeu Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal, menilai prospek ekonomi Banten sangat prospektif.

Pemprov berharap dukungan transfer pusat diperkuat agar keseimbangan fiskal tercapai, percepatan pembangunan lebih optimal, dan ekonomi regional semakin kuat.

Berita Terkait

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:35 WIB

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terbaru

Info Banten

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:35 WIB