HARIANBANTEN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena angin kencang yang melanda wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa (26/5) sore.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, fenomena itu disebabkan adanya belokan angin di wilayah Tangerang Raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan data angin lapisan 3000 feet untuk kondisi cuaca hari ini dipengaruhi karena adanya daerah belokan angin untuk wilayah Provinsi Banten bagian Utara atau Tangerang Raya,” kata Hartanto, Rabu, 27 Mei 2026.
Selain itu fenomena tersebut juga didukung oleh kelembapan udara yang cukup basah.
Baca Juga:
41 Dapur MBG di Tangsel Kena Suspend
Seniman Haji Bolot Jalani Perawatan di RS, Disebut Kena Serangan Jantung
Sudah Tinggal Puluhan Tahun, 4 Warga Situ Rompong Ciputat Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan
“Sehingga pertumbuhan awan konvektif yang memicu adanya hujan sedang-lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Tangerang,” ungkapnya.
Sementara untuk cuaca selama dua hari kedepan, BMKG memprakirakan sebagian wilayah akan cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan.
Baca Juga:
Situ Rompong Ciputat Mau Dijadikan Perumahan, Ratusan Warga Geruduk Kejari Tangsel
Kegiatan Sosial Hari Anak bersama Sekolah Alternatif Anak Jalanan di Jakarta
Muthmainah Mundur dari Jabatan Ketua DPC PKB Tangsel Terpilih, Fokus Jalankan Tugas Legislatif
“Sedangkan untuk dua hari kedepan cuaca di sebagian besar wilayah Banten cerah berawan-berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian kecil wilayah Banten,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 33 rumah yang berada di RW 12, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, rusak akibat diterjang angin kencang pada Selasa (26/5) sore.
Penata Layanan Operasional Danton BPBD Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan, dari jumlah itu sebanyak 32 rumah tercatat rusak ringan, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan kategori sedang.
Baca Juga:
CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition 2026 Debut pada 3-5 September di Jakarta
Meski menimbulkan kerusakan material, BPBD memastikan tidak ada korban maupun warga yang harus mengungsi.
“Kerusakan atap rumah warga 32 rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Mengungsi nihil,” kata Dian.










