HARIANBANTEN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena angin kencang yang melanda wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa (26/5) sore.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, fenomena itu disebabkan adanya belokan angin di wilayah Tangerang Raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan data angin lapisan 3000 feet untuk kondisi cuaca hari ini dipengaruhi karena adanya daerah belokan angin untuk wilayah Provinsi Banten bagian Utara atau Tangerang Raya,” kata Hartanto, Rabu, 27 Mei 2026.
Selain itu fenomena tersebut juga didukung oleh kelembapan udara yang cukup basah.
Baca Juga:
Pemkot Tangsel Wanti-Wanti Limbah Hewan Kurban Tidak Dibuang Sembarangan
Aitech Tingkatkan Sistem AI yang Tangguh dan Teruji di Luar Angkasa Dengan NVIDIA IGX Thor
“Sehingga pertumbuhan awan konvektif yang memicu adanya hujan sedang-lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Tangerang,” ungkapnya.
Sementara untuk cuaca selama dua hari kedepan, BMKG memprakirakan sebagian wilayah akan cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan.
Baca Juga:
Pemkot Tangsel Bagikan 10.000 Wadah Ramah Lingkungan Untuk Distribusi Daging Kurban
CGTN: Tiongkok dan Serbia Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif, Bangun Masa Depan Bersama
“Sedangkan untuk dua hari kedepan cuaca di sebagian besar wilayah Banten cerah berawan-berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian kecil wilayah Banten,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 33 rumah yang berada di RW 12, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, rusak akibat diterjang angin kencang pada Selasa (26/5) sore.
Penata Layanan Operasional Danton BPBD Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan, dari jumlah itu sebanyak 32 rumah tercatat rusak ringan, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan kategori sedang.
Baca Juga:
Casio Luncurkan Seri MR-G yang Terinspirasi Fenomena “Brinicle” di Laut Kutub
Belasan WN China Kedapatan Selundupkan 17,55 Kilogram Emas Senilai Rp45,73 Miliar
Meski menimbulkan kerusakan material, BPBD memastikan tidak ada korban maupun warga yang harus mengungsi.
“Kerusakan atap rumah warga 32 rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Mengungsi nihil,” kata Dian.










