HARIANBANTEN.COM – Warga Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), minta kepada pemerintah kota (Pemkot) untuk segera dibuatkan sumur bor untuk mengatasi kekeringan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Permintaan itu bukan tanpa alasan, pasalnya, wilayah tersebut seringkali dilanda kekeringan jika musim kemarau berkepanjangan berlangsung. Sehingga keberadaan sumur bor dinilai bisa menjadi solusi agar warga tetap mendapatkan air bersih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua RW 02 Kampung Koceak, Nasrullah mengatakan, selama ini Pemkot Tangsel memang selalu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayahnya.
Namun untuk mempermudah akses warga mendapatkan air bersih saat kekeringan, ia berharap untuk dibuatkan sumur bor di wilayahnya.
Baca Juga:
Operasi Berantas Jaya 2026: Polres Tangsel Tangkap 70 Tersangka Curanmor
Aly Taufik di Hadapan Fatayat NU Tangsel: PKB Punya Tugas Besar Membersamai NU
KLH Segel Pabrik Pengolahan Aluminium Ilegal di Kabupaten Tangerang
Nasrullah menuturkan, permintaan untuk dibuatkan sumur bor sebenarnya sudah diajukan sejak beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi.
“Sudah (pernah) mengajukan,” kata Nasrullah, Sabtu 18 Juli 2026.
Saat itu rencana pembuatan sumur bor sempat terkendala lahan yang akan menjadi titik pengeboran.
Nasrullah mengungkapkan, kini beberapa warga mengaku telah bersedia sebagian tanahnya dibuatkan sumur bor demi kepentingan bersama.
“Ada juga masyarakat saya yang memang ‘monggo untuk masyarakat juga kok’. Misalnya nih ada lahan 10 meter persegi untuk MCK, sumur bor dan toren, kan bisa saja. Gak harus luas kan,” ungkapnya.
Baca Juga:
Diduga Disegel Vendor, Belasan Ruang Kelas di Kampus Untirta Lumpuh
SCIE Menunjukkan HILO WAVE® Mendukung Regenerasi Struktur Kulit Tanpa Memicu Respons Peradangan
Oleh karena itu ia berharap pembuatan sumur bor dapat segera dilakukan.
“Nanti bagaikana RT dan RW yang memfasilitasi pendistribusian, apakah melalui selang atau paralon ke setiap murah,” tuturnya.
“Meskipun syukur-syukur ya dibuatkan sumur bor, airnya bagus, bahkan sampai dialirkan ke setiap rumah warga,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kekeringan yang melanda wilayah Kranggan, Kota Tangsel sudah terjadi kurang lebih selama dua pekan.
Berdasarkan update terbaru, BPBD Tangsel mencatat kekeringan terjadi di empat titik dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak mencapai 95.











