HARIANBANTEN — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini tidak boleh dilakukan dengan pendekatan yang kaku dan menekan. Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan, ceria, dan penuh kasih sayang merupakan fondasi utama agar anak tumbuh mencintai Al-Qur’an sekaligus memiliki karakter yang baik.
Dimyati menilai, pada usia emas perkembangan anak, pendekatan emosional jauh lebih efektif dibanding metode yang hanya menekankan aspek teknis. Jika sejak awal anak merasa nyaman dan bahagia saat belajar Al-Qur’an, maka nilai-nilai keislaman akan tertanam secara alami dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak harus senang dulu ketika belajar Al-Qur’an. Jangan sampai mereka merasa tertekan. Kalau suasananya gembira, anak akan datang belajar dengan kemauan sendiri dan rasa cinta,” ujar Dimyati.
Ia menekankan bahwa pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak generasi muda. Karena itu, proses belajar tidak boleh sekadar mengejar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai kesabaran, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur.
Baca Juga:
Kepsek SMK Letris Pamulang Dinonaktifkan Imbas Viral Dugaan ‘Child Grooming’
Polisi Selidiki Dugaan ‘Child Grooming’ di SMK Letris Pamulang
Ratusan Peserta Meriahkan Festival Pencak Silat Bertajuk Piala Walikota Tangsel
“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga karakter dan akhlaknya. Di situlah pentingnya metode belajar yang ramah anak,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Dimyati mendorong para guru TPQ, TKQ, dan PAUD Qur’an untuk terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar. Guru dinilai menjadi figur sentral yang menentukan apakah pembelajaran Al-Qur’an menjadi pengalaman yang membahagiakan atau justru menakutkan bagi anak.
Baca Juga:
CGTN: Tiongkok dan AS Sepakati Visi Baru, Dorong “Hubungan Lebih Stabil dan Konstruktif”
Infrastruktur Digital Mempercepat Transformasi Cerdas di Industri Perkeretaapian
Dinkes Tangsel Ingatkan Masyarakat Waspada Hantavirus, Hindari Kontak Dengan Tikus
“Guru adalah kunci. Dengan metode yang tepat dan pendekatan yang hangat, pembelajaran Al-Qur’an bisa menjadi momen yang dirindukan anak-anak,” katanya.
Pemerintah Provinsi Provinsi Banten berkomitmen memperkuat pendidikan keagamaan sejak dini sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Melalui pembelajaran Al-Qur’an yang menyenangkan, pemerintah berharap lahir generasi Banten yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.








