HARIAN BANTEN – Publik dikejutkan oleh manuver tak biasa dua kapal kargo minyak mentah milik Pertamina yang mendadak berbalik arah ke Singapura. Di balik peristiwa ini, nama buronan internasional Riza Chalid kembali mencuat dan memicu tanda tanya besar.
Dua kapal kargo minyak mentah berjenis Very Large Crude Carrier (VLCC) yang sebelumnya telah memasuki wilayah Indonesia dilaporkan berbalik arah pada awal Maret 2026. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan sosok M Riza Chalid (MRC), yang saat ini berstatus buronan internasional dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina periode 2018–2023 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp285 triliun. Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menilai aparat penegak hukum wajib memburu pihak terkait untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
“Dia kan sudah masuk buron Interpol. Tugas penegak hukum untuk menangkapnya. Saya kira wajib terus dikejar untuk ditangkap,” kata Yusri Usman di Jakarta, Minggu (5/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yusri juga mengungkap adanya informasi berbeda terkait kepemilikan kargo tersebut. Ia menyebut dua kargo itu diduga milik perusahaan global Trafigura yang menggunakan perusahaan perantara Petron Philippines dan memiliki kontrak dengan Pertamina Patra Niaga. Meski kargo disebut sudah direalisasikan, dugaan keterkaitan dengan persoalan hukum juga mencuat. Di sisi lain, Kejaksaan Agung dinilai perlu mendalami apakah benar ada peran Riza Chalid dalam perintah pembalikan arah kapal tersebut.
“Informasi yang kami dapat, kedua kargo itu diduga milik Trafigura yang menggunakan fronting company Petron Philippines dan berkontrak dengan Pertamina Patra Niaga. Kargonya memang sudah direalisasikan. Selain itu, Trafigura juga disebut bermasalah dengan Kejagung,” ujarnya.
“Soal apakah ada peran MRC, itu ranah Kejagung untuk menelisik kebenarannya. Karena kasus korupsi minyak mentah ini, sprindiknya masih terbuka,” imbuhnya.
Peristiwa ini semakin kompleks setelah muncul dugaan bahwa kapal-kapal tersebut sengaja diarahkan kembali ke Singapura karena kekhawatiran akan dijadikan barang bukti dalam kasus korupsi. Situasi ini bahkan menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto dan dibahas dalam rapat terbatas di Istana pada Jumat (13/3/2026), mengingat pentingnya pasokan energi menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Spekulasi semakin berkembang usai pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka pada 27 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, beredar kabar bahwa status hukum Riza Chalid turut menjadi pembahasan, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana. Kedekatan Anwar Ibrahim dengan Riza Chalid sebelumnya juga sempat diakui dalam sejumlah kesempatan.
Misteri dua kargo minyak ini bukan hanya soal logistik energi, tetapi juga membuka kembali pertanyaan besar tentang penegakan hukum dan transparansi di sektor strategis. Publik kini menanti langkah tegas aparat untuk mengungkap kebenaran di balik manuver mencurigakan tersebut.
Sumber Berita: inilah.com








