Gorong-Gorong Sempit Bikin Banjir Parah di Pandeglang, Air Setinggi 1 Meter Rendam Rumah Warga

- Pewarta

Kamis, 9 April 2026 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pandeglang mendadak berubah jadi bencana bagi warga Kampung Cikayas. Puluhan rumah terendam banjir, dan penyebabnya ternyata bukan sekadar curah hujan tinggi.

Puluhan rumah warga di Kampung Cikayas, Desa Cikayas, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, terendam banjir akibat luapan Sungai Cilor yang tak mampu menampung debit air saat hujan deras pada Kamis (9/4/2026). Ketinggian air bahkan mencapai sekitar satu meter di sejumlah titik, terutama di wilayah dataran rendah. Kondisi ini membuat warga was-was jika hujan kembali turun karena air berpotensi semakin tinggi.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Pandeglang, Beni Madsira, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh penyempitan gorong-gorong di aliran sungai.
“Penyebab utamanya karena gorong-gorong di Sungai Cilor terlalu kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air yang besar saat hujan deras,” ujar Beni.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, kondisi ini berbeda dibanding sebelum pembangunan dilakukan.
“Dulu sebelum dibangun, saluran terlihat lebih besar dan aliran air lancar. Setelah dibangun justru terjadi penyempitan, sehingga air mudah meluap dan menyebabkan banjir,” jelasnya.

Beni berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait segera melakukan penanganan dengan memperlebar gorong-gorong agar aliran air kembali normal.

Sementara itu, warga terdampak juga merasakan kerugian akibat banjir yang datang tiba-tiba. Salah seorang warga, Muhidin, menyebut sejumlah barang miliknya terendam air.
“Ada barang yang sempat diselamatkan, tapi ada juga yang terendam. Semoga banjir cepat surut,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran warga jika hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.
“Kalau hujan terus, air bisa bertambah tinggi. Tapi kalau hujan berhenti, biasanya air cepat surut,” tambahnya.

Banjir ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur yang tidak optimal bisa memperparah dampak cuaca ekstrem. Warga kini hanya bisa berharap ada perbaikan cepat agar kejadian serupa tak terus berulang.

Sumber Berita: faktabanten.co.id

Berita Terkait

Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Hore! Ribuan Pekerja Informal di Tangsel Berpeluang Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis
Gus Andi PKB Sambangi Akhdan Haidar, Remaja Penyintas Meningitis yang Berjuang Sejak Bayi
Kejari Tangsel Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Gadai Syariah di Cabang Pondok Aren
Usai Alami Kram Otot di DPRD, Benyamin Davnie Jalani Bekam dan Tetap Hadiri Agenda di Pendopo Gubernur Banten
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
20 Ton Pestisida Terbakar, Pengelola Taman Tekno BSD Digugat Rp27 Miliar
Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkotika Senilai Rp97,87 Miliar Melalui Bandara Soekarno-Hatta, 4 WNA Ditangkap

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:58 WIB

Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:51 WIB

Hore! Ribuan Pekerja Informal di Tangsel Berpeluang Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:15 WIB

Gus Andi PKB Sambangi Akhdan Haidar, Remaja Penyintas Meningitis yang Berjuang Sejak Bayi

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:17 WIB

Usai Alami Kram Otot di DPRD, Benyamin Davnie Jalani Bekam dan Tetap Hadiri Agenda di Pendopo Gubernur Banten

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:24 WIB

Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB