Harian Banten-Di tengah geliat pembangunan di Kabupaten Tangerang, nama Mad Saih semakin menonjol sebagai sosok kepala desa yang tidak hanya inovatif dan pekerja keras, tetapi juga sangat peduli pada kesejahteraan masyarakat dan nilai-nilai keagamaan. Perjalanan kepemimpinannya di Desa Pagedangan menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana seorang pemimpin dapat membawa perubahan besar dengan semangat pengabdian yang tulus.
Awal Perjalanan dan Kepercayaan Masyarakat
Mad Saih bukanlah sosok yang mencari popularitas semata. Namun, kerja keras dan dedikasinya membuat banyak kepala desa di Kecamatan Pagedangan mengusulkan namanya sebagai calon Ketua Apdesi (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kecamatan Pagedangan. Meski awalnya ragu, karena sadar tanggung jawabnya lebih besar dari sekadar memimpin satu desa, dorongan kuat dari masyarakat dan rekan kepala desa membulatkan tekadnya.
Ketika terpilih menjadi Ketua Apdesi Kecamatan Pagedangan, Mad Saih menyadari amanah besar yang diembannya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya adalah untuk memperjuangkan kesejahteraan seluruh desa di kecamatan, bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prestasi Desa Pagedangan: Bukti Nyata Kepemimpinan Mad Saih
Di bawah kepemimpinannya, Desa Pagedangan mencatatkan sejumlah prestasi yang membanggakan, sebagai hasil nyata kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat:
-
Juara II Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2009
Awal kebangkitan Desa Pagedangan dalam tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan. -
Juara I Lomba PKK Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2010
Bukti pemberdayaan perempuan dan keluarga berjalan optimal sebagai pondasi sosial desa. -
Juara III Lomba Bina Wilayah Tingkat Kabupaten Tangerang
Pengakuan atas keberhasilan pengembangan wilayah secara terpadu yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. -
Juara I Lomba P2WKSS Tingkat Provinsi Banten Tahun 2012
Penghargaan bergengsi di bidang pemberdayaan wanita dan keluarga sehat yang mengangkat nama desa di tingkat provinsi.
Prestasi-prestasi tersebut menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Mad Saih, Desa Pagedangan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakatnya dari berbagai sisi.
Infrastruktur yang Mendorong Perubahan
Mad Saih memahami bahwa pembangunan fisik adalah fondasi penting untuk kemajuan desa. Oleh karena itu, sejumlah proyek besar berhasil ia realisasikan, antara lain:
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
-
Betonisasi jalan sepanjang 1200 meter di sektor 2 dan 3 Bumi Puspiptek Asri, memudahkan akses warga dalam aktivitas sehari-hari.
-
Penyelesaian pembangunan kantor desa yang nyaman dan representatif sebagai pusat pelayanan masyarakat.
-
Pendirian Gedung Posyandu di beberapa RW sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.
-
Pembangunan Gedung PAUD untuk mendukung pendidikan usia dini anak-anak desa.
-
Pembangunan gapura P2WKSS dan sanitasi air untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
-
Proyek betonisasi jalan Desa Kp Cicayur 1 yang menghubungkan beberapa wilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi warga.
Setiap proyek tersebut tak hanya mengubah wajah fisik desa, tapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara langsung.
Peran Sosial dan Keagamaan: Kepala Desa sebagai Pelayan Umat
Selain fokus pada pembangunan desa, Mad Saih juga berperan aktif sebagai pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pagedangan. Dalam perannya ini, ia tidak hanya membimbing umat agar tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang moderat, tetapi juga turut serta dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian, diskusi keislaman, dan pembangunan masjid serta madrasah.
Sosoknya dikenal sangat dekat dengan masyarakat. Ia selalu hadir ketika ada warga yang berduka, menghadiri hajatan, bahkan aktif melaksanakan tahlilan malam. Keberadaannya sebagai kepala desa dan pengurus MWCNU membuatnya menjadi figur yang komplit: pemimpin yang mengayomi sekaligus pembimbing spiritual.
Kepemimpinan yang Mengedepankan Musyawarah dan Kebersamaan
Dalam menghadapi tantangan dan perbedaan pendapat, Mad Saih selalu mengutamakan musyawarah dan mufakat. Ia memahami bahwa desa adalah satu keluarga besar, sehingga perbedaan harus diselesaikan dengan kepala dingin dan hati terbuka.
Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Salah satu contoh nyata adalah saat ada perbedaan pendapat antara kelompok pemuda yang ingin menggelar acara hiburan dan tokoh agama yang lebih menghendaki kegiatan keislaman. Mad Saih tidak memihak salah satu pihak, melainkan mengajak semua pihak berdialog dan mencari solusi terbaik demi harmoni desa.
Amanah yang Diemban Sepenuh Hati
Bagi Mad Saih, jabatan kepala desa adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. Ia sering menyatakan bahwa memajukan desa harus diiringi dengan memajukan kualitas spiritual warganya.
“Mengurus desa itu penting, tapi lebih penting lagi mengurus umat. Kalau desa maju tapi masyarakatnya jauh dari agama, apa gunanya?” kata Mad Saih dalam sebuah pengajian.
Kepemimpinannya adalah bukti nyata bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang tidak hanya berkuasa, tapi juga berkhidmat dan hadir untuk rakyatnya di setiap kesempatan.
Dengan keberhasilan dan ketulusan hati yang ditunjukkan Mad Saih, Desa Pagedangan menjadi contoh desa yang tidak hanya maju secara infrastruktur dan ekonomi, tapi juga kaya akan nilai sosial dan keagamaan. Sebuah inspirasi bagi banyak desa lain di Indonesia.









