HARIANBANTEN – Persoalan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Pandeglang. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat 31.055 warga hingga kini belum mengantongi identitas kependudukan resmi dari total 1.042.895 warga wajib KTP. Baru sekitar 1.011.840 jiwa yang tercatat telah memiliki e-KTP.
Kepala Disdukcapil Pandeglang, Asep Setia Permana, mengungkapkan mayoritas warga yang belum memiliki e-KTP bahkan belum masuk dalam proses administrasi dasar. Dari total tersebut, 23.453 orang belum pernah melakukan perekaman data, sedangkan 7.602 warga lainnya sudah melakukan perekaman namun belum mencetak kartu fisik.
“Jika dalam satu keluarga masih ada anggota yang belum memiliki KTP, maka perekaman harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dokumen lain, termasuk Kartu Keluarga, dapat diterbitkan,” kata Asep Setia Permana, Selasa (27/1/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mempercepat kepemilikan e-KTP, Disdukcapil Pandeglang mengintensifkan pelayanan, tidak hanya di kantor pelayanan, tetapi juga melalui program jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga, khususnya di daerah pelosok dan sulit dijangkau. Langkah ini ditempuh agar seluruh warga wajib KTP tercatat secara sah dalam database kependudukan nasional.
Pemerintah daerah juga memperketat aturan administrasi sebagai bentuk dorongan kepatuhan masyarakat. Pengurusan dokumen kependudukan kini mensyaratkan seluruh anggota keluarga yang memenuhi ketentuan usia telah melakukan perekaman e-KTP.
Selain itu, Disdukcapil meminta peran aktif aparatur kecamatan dan desa untuk menggerakkan masyarakatnya. Seluruh kantor kecamatan telah dilengkapi fasilitas perekaman yang dapat dimanfaatkan warga tanpa harus ke kantor kabupaten.
Asep menegaskan, kepemilikan e-KTP sangat krusial karena menjadi pintu masuk utama layanan publik, mulai dari administrasi hingga bantuan sosial, sehingga masyarakat diimbau tidak menunda pengurusannya.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang








