HARIANBANTEN – Situasi darurat sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong aparat turun langsung ke lapangan. Sebanyak 27 truk sampah milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan dikawal TNI dan Polri saat mengangkut tumpukan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang, Banten.
Pengawalan dilakukan setelah truk sampah sempat diadang warga di jalur pengangkutan. Aparat gabungan diterjunkan guna mencegah gangguan serta memastikan proses pemindahan sampah berjalan aman dan tertib.
Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Faisal, menegaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat penanganan krisis sampah yang sudah berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengawalan ini adalah bentuk sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah agar pengangkutan sampah berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan,” ujar Brigjen TNI Faisal.
Ia menekankan, kerja sama pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Pemerintah Kota Serang telah disepakati sebelumnya, termasuk pemanfaatan TPA Cilowong sebagai lokasi pembuangan.
“Padahal kerja sama antarpemerintah daerah sudah ada. Karena itu, pengangkutan sampah ini harus berjalan sesuai kesepakatan,” katanya.
Faisal menjelaskan, puluhan truk tersebut mengangkut sampah yang menumpuk di sejumlah TPS selama hampir tiga pekan terakhir. Seluruh armada dikawal personel gabungan TNI, Polri, dan Polisi Militer untuk memperlancar distribusi.
Baca Juga:
Kepsek SMK Letris Pamulang Dinonaktifkan Imbas Viral Dugaan ‘Child Grooming’
Polisi Selidiki Dugaan ‘Child Grooming’ di SMK Letris Pamulang
Ratusan Peserta Meriahkan Festival Pencak Silat Bertajuk Piala Walikota Tangsel
Ia berharap, kerja sama antardaerah ini dapat berjalan konsisten sehingga kondisi darurat sampah di Tangsel segera teratasi. Faisal juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Sebelumnya, sekitar 1.200 personel gabungan TNI, Polri, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, serta kelompok masyarakat menggelar aksi bersih lingkungan serentak di tujuh kecamatan sebagai respons atas krisis sampah sekaligus edukasi bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama.







