Kasus Pagar Laut Tangerang, Kades Kohod Dihukum Penjara dan Denda Rp100 Juta

- Pewarta

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Kohod di Vonis 3,5 Tahun Penjara atas Korupsi Pagar Laut di Kabupaten Tangerang

Kades Kohod di Vonis 3,5 Tahun Penjara atas Korupsi Pagar Laut di Kabupaten Tangerang

HARIANBANTEN – Kepala Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Arsin, dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan dalam kasus korupsi pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, Selasa (13/1/2026).

 

Selain pidana penjara, Arsin juga diwajibkan membayar denda Rp100 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua Majelis Hakim Hasanudin menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum.

 

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Arsin dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan serta denda sebesar Rp100 juta,” ujar Hasanudin saat membacakan amar putusan.

 

Dalam perkara yang sama, tiga terdakwa lain juga dijatuhi vonis serupa. Mereka adalah Sekretaris Desa Kohod Ujang Karta, serta dua penerima kuasa, Septian dan Chandra Eka Agung. Ketiganya masing-masing divonis penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

 

Majelis hakim menilai keempat terdakwa terbukti melanggar Pasal 9 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

 

Kasus ini bermula dari dugaan manipulasi administrasi dalam proses pembebasan 288 bidang tanah di wilayah Kabupaten Tangerang. Lahan tersebut diketahui berada di kawasan perairan atau berbatasan langsung dengan pantai dan melibatkan pihak swasta.

 

Dalam persidangan terungkap, manajer pembebasan lahan Denny Wangsya menyerahkan uang tunai sekitar Rp16,5 miliar kepada Arsin dan Septian. Uang tersebut diserahkan dalam 10 tas dan diduga berkaitan dengan pengurusan administrasi pembebasan lahan bermasalah tersebut.

Berita Terkait

Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang Ternyata Residivis Kasus Penganiayaan
Diduga Hendak Lecehkan Bocah, Pria Mabuk di Tangsel Babak Belur Diamuk Massa
Ingin Kuasai Warisan, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang
Sidak BPOM Temukan Makanan Berformalin Di Pasar Serpong
PMII Ciputat Desak Pemkot Tangsel Terbuka soal Perpanjangan Jabatan Sekda
Parah! Pengunjung Jaletreng Riverpark Terpaksa Hirup Asap Sampah Saat Olahraga
Miris! Atlet Silat Tangsel Latihan Sambil Hirup Asap Sampah, Banyak yang Sesak Napas
MUI Tangsel Beberkan Kriteria Hewan Layak Kurban Idul Adha

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:47 WIB

Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang Ternyata Residivis Kasus Penganiayaan

Senin, 25 Mei 2026 - 16:50 WIB

Diduga Hendak Lecehkan Bocah, Pria Mabuk di Tangsel Babak Belur Diamuk Massa

Senin, 25 Mei 2026 - 14:51 WIB

Ingin Kuasai Warisan, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang

Senin, 25 Mei 2026 - 12:57 WIB

Sidak BPOM Temukan Makanan Berformalin Di Pasar Serpong

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:32 WIB

PMII Ciputat Desak Pemkot Tangsel Terbuka soal Perpanjangan Jabatan Sekda

Berita Terbaru

Info Banten

Ingin Kuasai Warisan, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang

Senin, 25 Mei 2026 - 14:51 WIB

Info Banten

Sidak BPOM Temukan Makanan Berformalin Di Pasar Serpong

Senin, 25 Mei 2026 - 12:57 WIB