Rano Alfath Desak Polisi Tangkap Pengasuh Pondok Pesantren di Pati yang Cabuli Puluhan Santriwati

- Pewarta

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rano Alfath Desak Polisi Tangkap Pengasuh Pondok Pesantren di Pati yang Cabuli Puluhan Santriwat

HARIANBANTEN.COM – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath, mendesak pihak Kepolisian untuk menangkap pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di wilayah Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang diduga mencabuli puluhan santriwatinya.

Menurutnya kasus itu harus menjadi pembuktian bahwa pihak Kepolisian serius dalam menangani kasus kejahatan seksual, apalagi yang melibatkan anak sebagai korban.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta kepolisian segera menangkap pengasuh Pondok Pesantren yang melakukan kejahatan seksual terhadap para santrinya. Kasus ini harus ditangani secara serius dan cepat oleh aparat penegak hukum karena menyangkut keselamatan dan masa depan korban,” kata Rano, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya pelaku tidak boleh dibiarkan bebas karena akan menimbulkan kekhawatirkan di tengah masyarakat.

Langkah cepat kepolisian juga dinilai perlu untuk menunjukan bahwa negara hadir dalam memberikan perlindungan maupun keadilan bagi korban kejahatan seksual.

Apalagi, kata Rano, kasus ini sebelumnya sempat ditangani oleh Satreskrim Polresta Pati pada tahun 2024 namun belum berjalan optimal.

“Desakan masyarakat agar pelaku segera ditangkap terus menguat. Bahkan aksi massa sudah dilakukan warga karena mereka menilai proses hukum berjalan lambat. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan kepada aparat penegak hukum,” tuturnya.

Oleh karena itu ia minta aparat kepolisian memberikan perhatian serius agar kasus tersebut dapat diselesaikan secara tuntas, transparan dan profesional.

“Publik menaruh harapan besar kepada kepolisian untuk dapat menindaklanjuti kasus ini secara serius dan menyeluruh. Penanganan yang cepat dan profesional penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum,” tegasnya.

Di samping itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itupun meminta agar pihak korban dapat dilindungi dari segala potensi intimidasi maupun tekanan dalam bentuk apapun.

“Jangan sampai korban takut atau enggan melapor karena adanya intimidasi. Korban ini adalah anak-anak yang harus dilindungi, bahkan ada yang merupakan anak yatim dan yatim piatu,” ungkapnya.

“Mereka sudah mengalami trauma akibat kejahatan seksual, sehingga negara wajib memastikan mereka mendapat perlindungan dan rasa aman,” pungkas Rano.

Dirangkum dari berbagai sumber, kasus dugaan pencabulan di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo mencuat setelah adanya laporan masyarakat.

Hingga saat ini ada delapan orang yang membuat laporan Polisi. Namun korban diprakirakan mencapai puluhan.

Pihak Kepolisian telah menetapkan pengasuh Pondok Pesantren berinisial AS sebagai tersangka, namun hingga kini keberadaannya belum diketahui.

Berita Terkait

Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi
Survei Kepuasan Pemerintah di Atas 70 Persen Dipertanyakan
Dinamai Sambo, Sapi 1,1 Ton Asal Tangerang Dibeli Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya
Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban
Sinar Mas Land Kembali Raih Penghargaan Tertinggi di 3G Awards 2026
Hunian premium Botanic Villa di NavaPark, BSD City, Sukses Terjual Habis Hanya Dalam Waktu Kurang Dari Lima Bulan Sejak Diluncurkan pada Oktober 2025.
Sekda Tangsel Habis Masa Jabatan 19 April 2026, Diperpanjang atau Diganti?

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:20 WIB

Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:09 WIB

Survei Kepuasan Pemerintah di Atas 70 Persen Dipertanyakan

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:50 WIB

Dinamai Sambo, Sapi 1,1 Ton Asal Tangerang Dibeli Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:03 WIB

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:34 WIB

Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban

Berita Terbaru