Digerebek! Tempat Prostitusi di Atas Laut Terbongkar di Pesisir Tangerang

- Pewarta

Minggu, 15 Juni 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten – Praktik prostitusi terselubung yang beroperasi di bangunan menyerupai kamar di atas laut akhirnya terbongkar! Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang melakukan penggerebekan dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) di kawasan pesisir Kecamatan Mauk dan Kemiri, Jumat malam (14/06/2025).

Operasi ini merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2022 tentang Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Petugas menyisir wilayah Pantai Sangrila, Kecamatan Mauk, dan mendapati bangunan mencurigakan di atas laut yang ternyata dijadikan lokasi prostitusi.

“Kami menemukan sebuah bangunan menyerupai kamar atau bagan di atas laut. Di dalamnya kami tangkap basah satu pasangan bukan suami istri,” ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Agus Suryana.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, empat wanita yang diduga sebagai pemandu karaoke juga diamankan dari tempat hiburan di sekitar lokasi. Petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk alat kontrasepsi dan minuman keras.

Selain di Mauk, operasi juga menyasar dua kafe karaoke ilegal di Desa Kemiri dan Desa Rancalabu, Kecamatan Kemiri. Kedua tempat hiburan tersebut tidak memiliki izin usaha resmi dan disegel oleh petugas. Dua wanita juga diamankan dari lokasi.

“Tempat-tempat ini menyalahgunakan izin dan tidak memiliki legalitas yang sah. Kami lakukan penyegelan dan pendataan terhadap pelaku serta pemanggilan terhadap pemilik usaha,” tegas Agus.

Seluruh orang yang terjaring langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk diberikan pembinaan. Operasi ini turut didukung oleh unsur TNI dan Polri, serta dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada para wanita yang diamankan.

Agus menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara rutin, sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan yang tertib, aman, dan bermoral. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di wilayahnya.

“Penindakan bukan tujuan akhir. Kami ingin ada kesadaran kolektif untuk menjadikan Tangerang sebagai wilayah yang bebas dari praktik-praktik yang melanggar norma dan hukum,” tutupnya.

Berita Terkait

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Berita Terbaru